Jantung Berdebar – Penyebab, Gejala dan Rekomendasi Pengobatan

Jantung berdebar seringkali dianggap suatu kejadian yang biasa saja, padahal gejala jantung berdebar adalah suatu tanda adanya yang tidak beres pada aliran saluran pembuluh darah di jantung atau adanya penyempitan pembuluh darah. Itulah perlunya dipahami detak jantung normal atau tidak.

Jantung yang terasa berdebar-debar memang sangat normal dialami. Bahkan, sudah seharusnya Anda bisa merasakan detakan jantung dengan sendirinya. Tanpa adanya detakan jantung ini, maka bisa dipastikan bahwa fungsi tubuh tidak lagi bekerja alias Anda sudah meninggal dunia. Jantung yang berdebar-debar menjadi satu ciri bahwa jantung sedang bekerja. Detak dan juga debaran menjadi tanda bahwa jantung secara aktif memompa darah yang masuk kembali lagi ke seluruh tubuh. Sehingga tak diragukan lagi, adanya kelainan pada detakan menjadi salah satu pertanda masalah pada jantung. Entah itu gejala dari penyakit jantung lemah, atau bisa juga berkembang sampai ke gejala jantung koroner.

Anda akan mengetahui tentang penyakit jantung berdebar secara lengkap. Dibawah ini akan dijelaskan:

  • Mengapa jantung bisa berdebar-debar?
  • Gejala Jantung Berdebar baik yang normal maupun abnormal
  • Penyakit jantung berdebar karena penyakit apa saja?
  • Bagaimana Cara mengatasi jantung berdebar?
  • Apa obat jantung berdebar terbaik?

Debaran Jantung Tubuh Manusia

Jantung merupakan salah satu organ tubuh paling penting. Organ satu ini akan memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh kemudian membawa kembali darah dari seluruh tubuh, begitulah siklus normalnya. Sementara itu, di dalam jantung, darah akan melewati 4 ruangan berbeda yakni serambi atau atrium kanan, bilik kanan, atrium kiri, serta bilik kiri.

Kinerja kinerja jantung tersebut yang memuculkan debaran, saat jantung bekerja secara terus menerus memompa darah ke seluruh tubuh. Gerakan “memompa” pada jantung inilah yang menyebabkan kita merasakan debar dan juga detakan. Karena itu, sudah Anda tidak perlu heran lagi jika adanya perubahan dari debaran jantung ini bisa menjadi gejala awal adanya penyakit di dalam tubuh.

Gejala Normal dan Abnormal Jantung BerdebarJantung Berdebar debar

Jantung yang berada dalam keadaan sehat, normalnya berdetak 40 hingga 100 ketukan per menit. Untuk orang dewasa pun rata-rata detakan jantung antara 70 bpm. Ada beberapa keadaan yang membuat detakan jantung lebih cepat dari angka normal tersebut. Misalkan saja karena keadaan psikologis seperti panik, ketakutan, gugup, bahagia, hingga terkejut. Detakan jantung yang menjadi lebih cepat pun bisa dikarenakan ada. masalah pada kesehatan. Seringnya masalah kesehatan ini berhubungan dengan jantung, peredaran darah, atau perubahan hormon. Terlebih bila jantung yang berdebar ini juga dibarengi dengan rasa pusing, mual, hingga pada bagian dada terasa berat serta sesak.

Ada beberapa gejala yang terjadi pada jantung berdebar atau palpitasi. Masing-masing gejala mengarah pada jenis penyakit atau komplikasi berbeda. Umumnya gejala paling sering dialami, debaran yang lebih dari 70 ketukan setiap menitnya. Selain berdetak dengan cepat, debaran jantung juga akan terasa sangat kuat di dalam dada. Beberapa penderita mengibaratkan keadaan ini seperti pintu rumah yang diketuk dengan kuat.

Gejala dari jantung berdebar yang kuat dan cepat ini juga dirasakan sering. Di mana Anda akan tetap merasakan debaran jantung yang cepat serta kuat meskipun tidak sedang melakukan aktivitas fisik apapun atau dalam keadaan psikologis tertentu. Jantung tetap akan terasa berdebar meskipun Anda sedang duduk, berdiri, atau bahkan berbaring.

Selain gejala paling umum di atas, jantung berdebar juga dirasakan hingga ke tenggorokan dan leher. Hal ini biasanya terjadi ketika palpitasi begitu kuat. Debaran jantung yang kuat ini pun dibarengi dengan rasa mual, pusing, serta sesak napas. Pada beberapa jenis penyakit atau komplikasi, jantung berdebar juga diikuti gejala berkeringat dingin, gemetar, munculnya serangan panik pada penderita, hingga kehilangan kesadaran.

Bila debaran jantung yang kuat diikuti dengan gejala lanjutan seperti yang disebutkan, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit terdekat. Gejala jantung berdebar yang sudah mencapai tahapan lanjutan seperti ini biasanya akan memerlukan penanganan langsung dari dokter spesialis khusus.

Penyebab Jantung Berdebar

Ada beberapa penyebab berbeda untuk jantung berdebar. Seperti yang telah disinggu sebelumnnya, penyakit jantung berdebar seringnya dipengaruhi oleh adanya komplikasi penyakit lain. Bahkan karena gaya hidup hingga keadaan psikologis khusus. Agar lebih jelas lagi, di bawah ini adalah uraian beberapa hal yang menjadi penyebab dari munculnya gejala jantung berdebar baik normal dan tidak normal. Penting diketahui bahwa daftar di bawah ini bukan hanya apa saja yang menyebabkan jantung berdebar. Namun beberapa hal yang memicu munculnya hingga memperburuk keadaan penyebab jantung berdebar kencang untuk penderita.

  1. Keadaan psikologis

Ada beberapa keadaan psikologis yang menyebabkan jantung berdebar. Selain rasa senang, sedih, takut yang berlebihan seperti sudah dijelasakn sebelumnya, serangan panik serta kecemasan juga menjadi salah satu penyebab. Beberapa penderita keadaan psikologis yang sering mengalami serangan panik dan cemas, mengaku mengalami tanda-tanda debaran jantung yang sangat cepat. Selain itu biasanya diikuti dengan tubuh gemetar serta munculnya keringat dingin, yang berarti adanya penurunan suhu tubuh.

Untuk penyebab jantung berdebar ini sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli psikologis langsung mengenai cara menangani serangan rasa panik yang berlebihan.

  1. Aktivitas fisik

 Aktivitas fisik juga bisa menyebabkan jantung berdebar. Ketika tubuh melakukan aktivitas fisik, entah itu olah raga, lari, dan lain-lain, jantung “dipaksa” memompa darah lebih cepat. Salah satunya karena proses metabolisme dan pembakaran energi dalam tubuh pun berlangsung intensif. Sehingga pada akhirnya jantung pun terasa berdebar kuat. Untuk penyebab ini, biasanya juga akan dibarengi dengan rasa pusing bila aktivitas fisik terlalu berlebihan. Namun berbeda dengan penyebab lain, untuk penyebab satu ini debaran jantung akan kembali menjadi normal dengan cepat setelah istirahat.

  1. Gaya hidup

Beberapa kebiasaan dan gaya hidup bisa menjadikan kerja jantung memompa darah lebih cepat hingga terjadi palpitasi. Kebiasaan seperti merokok dalam waktu yang lama, konsumsi minuman dengan kandungan kafein tinggi, alkohol, hingga beberapa jenis makanan terbukti meningkatkan debaran pada jantung.

  1. Perubahan hormon

Sudah disinggung juga sebelumnya bagaimana perubahan hormon dalam tubuh bisa menyebabkan debaran jantung lebih cepat ini. Ketika tubuh mengalami menstruasi misalnya, jantung akan berdebar lebih cepat dari biasa karena hormon dalam tubuh berubah. Begitupun saat sedang hamil. Bahkan debaran jantung yang lebih cepat ini juga menjadi salah satu tanda dari terjadinya kehamilan. Jantung berdebar juga jadi tanda-tanda penuaan atau menopause.

  1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Ada beberapa jenis obat yang mengandung stimulan. Jenis obat-obatan seperti untuk batuk dan pilek memiliki kandungan pseudoephedrine yang bisa meningkatkan kerja jantung. Obat asma dengan kandungan salbutamol dan terbutalin juga termasuk stimulan yang memicu terjadinya palpitasi. Satu lagi, konsumsi jenis obat-obatan terlarang seperti ekstasi, kokain, serta amfetamin pun rupanya bisa menyebabkan debaran jantung lebih kencang dari normal.

5 Penyakit Penyebab Jantung Berdebar

Selain 5 penyebab jantung berdebar secara umum di atas, ada beberapa hal lain yang menyebabkan detakan jantung cepat dan kencang. Penyebab ini berkaitan dengan adanya penyakit atau pun kelainan di dalam tubuh. Terutama pada organ jantung. Jantung yang berdebar kencang bisa menjadi pertanda sebagai gejala atau justru penanda bahwa penyakit yang dialami sudah memasuki tahapan komplikasi. Untuk mengetahui lebih jauh, berikut ini penyakit yang menjadi beberapa penyebab jantung berdebar.

  1. Hipertiroid

Hipertiroid atau Hipertiroidisme merupakan penyakit karena kelenjar tiroid di dalam tubuh bekerja terlalu aktif. Sehingga kelenjar ini berlebihan dalam memproduksi hormon tiroid, lebih dari yang dibutuhkan dan bisa dicerna tubuh. Penyakit ini sendiri memiliki gejala yang cukup pasti. Beberapa gejala yang muncul karena penyakit Hipertiroidisme ini seperti jantung berdebat, hipermetabolisme atau meningkatnya metabolisme tubuh, rasa lelah yang berlebihan, berat badan menurun secara drastis, rasa gugup, hingga munculnya tremor. Diagnosis untuk penyakit ini sendiri tak cukup dengan jantung yang berdebar saja, namun juga dengan pemeriksaan lab untuk melihat tingginya hormon tiroid dalam darah.

Jantung berdebar yang dikarenakan penyakit Hipertiroidisme, biasanya terjadi sering dan juga diikuti rasa lelah yang luar biasa.

  1. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dan sayangnya banyak dialami di Indonesia. Penyakit ini sendiri menjadi salah satu penyebab gangguan pada jantung. Di mana menjadikan jantung memompa darah lebih cepat. Jantung yang terus menerus dipaksa memompa darah dengan cepat (hingga akhirnya menjadikan detakan lebih kencang pula) pada akhirnya akan mengalami gangguan penebalan pada otot. Hal ini memicu terjadinya fibrilasi atrium, yang bisa mengarah pada gagal jantung atau serangan jantung.

Selain gangguan jantung yang menyebabkan debaran kencang, hipertensi juga menjadi penyebab stroke. Di mana darah dengan tekanan tinggi tidak mampu melewati aliran darah di otak.

  1. Jantung lemah

Penyakit lain yang bisa menjadi penyebab jantung berdebar, adalah jantung lemah. Jantung lemah memilki jenis dan juga tipe berbeda. Namun nyaris semua jenis dari penyakit bawaan ini ditandai dengan jantung berdebar yang diikuti dengan sesak nafas. Selain itu pada beberapa penderita juga akan mengalami rasa lelah, serta beberapa tanda-tanda lain.

Pada penderita jantung lemah, debaran yang terasa kuat akan terus dan sering dirasakan. Berbeda dengan gangguan penyakit lain di mana jantung berdebar “datang dan pergi”. Penderita jantung lemah biasanya mengalami debaran yang kuat bahkan saat sedang beristirahat. Baca juga obat herbal tradisional jantung berdebar.

OBAT JANTUNG BERDEBAR ICP CAPSULE

Setelah mengetahui beberapa gejala hingga penyebab dari jantung berdebar tersebut, Anda pasti bertanya-tanya bagaimana cara mengobati dan mengatasinya. Cara mengobati jantung berdebar ini tentu saja sesuai dengan penyebabnya masing-masing. Ini karena jantung berdebar sendiri bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari beberapa penyakit serta penyebab penyakit jantung lain.

Jadi, bila Anda merasa debar jantung lebih keras karena konsumsi kafein atau alkohol, sebaiknya hindari konsumsi kedua minuman tersebut. Begitupun bila detak jantung cepat distimulasi oleh penggunaan obat.

Untuk gangguan penyakit dan kelainan jantung yang menyebabkan debaran kencang, bisa diatasi dengan menggunakan ICP Capsule. ICP Capsule adalah cara mengatasi penyakit jantung berdebar terbaik untuk saat ini karena dia sangat efektif dan tanpa efek samping.

Obat jantung berdebar ICP Capsule mengandung bahan alami tanpa stimulan yang memperparah keadaan jantung Anda. Obat jantung berdebar ICP Capsule bisa dikonsumsi dengan meletakan di bagian bawah lidah. Obat akan dengan sendirinya terurai setelah 3 menit. Kapsul ini sendiri diletakan di bawah lidah karena di bagian inilah terdapat banyak sekali syaraf yang langsung menuju ke jantung. Dimana cara pesan icp capsule? Pemesanan ICP Capsule secara online sangat mudah hanya dengan telpon atau whatsap atau sms ke 082244667757 Gratis biaya kirim.

Itulah pembahasan mengenai jantung berdebar. Tidak semua kondisi membahayakan, namun tentunya Anda juga sangat perlu waspada karena kalau debaran sudah sangat berlebihan dan sering terjadi, artinya ada kelainan dalam jantung Anda.