Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak – Jenis dan Penyebabnya

By | April 6, 2018

Penyakit jantung bawaan pada anak atau disebut juga PJB merupakan salah satu kelainan yang terjadi pada jantung, kondisi tersebut biasanya akan terjadi pada bayi sejak masih dalam kandungan. Jika tidak ada kontrol kehamilan yang baik maka kondisi tersebut akan sangat memungkinkan terjadi pada bayi sebelum lahir. Kondisi PJB yang paling sering ditemukan biasanya kelainan pada septum bilik jantung atau lebih dikenal dengan ventricular defect yang diikuti dengan kelainan pada antrial septal defect atau ASD.

Jenis Penyakit Jantung Bawaan

Ada beberapa jenis jantung bawaan yang bisa terjadi saat mereka masih di dalam kandungan, diantaranya sebagai berikut:

  1. VSD atau Ventracular Septal Defect atau Sekat Bilik Jantung Berlubang

VSD merupakan salah satu kelainan pada jantung karena adanya lupa pada bagian sekali antar bilik jantung. Akibatnya terjadilah kebocoran aliran darah di bagian bilik kiri dan juga bagian kanan jantung. Kebocoran tersebut akan membuat darah yang mengandung oksigen malah balik lagi ke paru-paru, akibatnya akan mengalangi darah rendah oksigen yang masuk ke paru-paru. Jika lubang nya kecil, kondisi tersebut tidak akan terlalu bermasalah. Namun, jika besar maka bayi akan mengalami kondisi gagal jantung sejak lahir.

Sementara itu untuk gejala yang paling sering terjadi pada kondisi kelainan ini adalah bayi akan mengalami gangguan pada masa pertumbuhannya, bahkan nafas nya pun akan pendek serta mudah merasa lelah. Bayi yang menderita kondisi ini akan sangat cepat tidur karena cepat kelelahan, ia juga akan kurang dalam asupan ASI nya, karena saat lapar ia akan terbangun, namun tidak lama akan tidur lagi karena lelah.

  1. Duktus Arteriosus Persisten

Duktus arteriousus merupakan bagian pembuluh darah yang akan menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta distral yang ada di arteri subklavia, nantinya akan berubah pasca bayi dilahirkan. Berikut ini adalah beberapa kondisi duktus pada bayi:

  • Normal postnatal patency: Kondisi duktus masih dalam keadaan terbuka karena hipoksia pada bayi kurang bulan. Ini akan menutup dengan sendirinya jika kondisi bayi semakin baik.
  • Delayed non surgical closure: Duktus menutupi secaraanatomis, namun hal tersebut akan terjadi dengan lebih lambat meskipun kondisinya sudah membaik. Penutupan tersebut terjadi karena dengan normal menutup sendiri namun kalau abnormalnya bisa karena infeksi.
  • Persistent patency of the ductus (PDA): kondisi ductus yang tetap dalam keadaan terbuka hingga dewasa. Biasanya akan dilakukan tindakan pembedahan sebelum ia beranjak dewasa agar mencegah terjadinya infeksi saluran pernafasan bagian bawah secara berulang atau gangguan pada pertumbuhannya.
  1. Plumonary Stenosis atau Penyempitan Katup Paru
Baca juga  Penyebab Stroke dan Cara Mengatasinya dengan Obat Alami Stroke

Plumonary Stenosis atau biasanya disingkat PS merupakan kondisi penyempitan pada bagian katup paru yang nantinya akan berfungsi sebagai pengatur aliran darah rendah pada oksigen dari bagian bilik kanan jantung menuju paru-paru. Dengan adanya penyempitan tersebut, bilik kanan harus bekerja semakin keras lagi untuk memompa darah, akibatnya pembesaran akan semakin lama. Tidak sedikit mereka yang didiagnosa mendapatkan kondisi ini setelah memasuki usia dewasa. Jika memang hal tersebut terjadi maka besar kemungkinan dampaknya sudah merusak pada penyakit paru bahkan resiko stroke akan sangat tinggi dan harapan hidup sangatlah rendah. Kondisi ini juga bisa menjadi penyebab serangan jantung.

  1. Atrial Septal Defect ata Sekat Serambi Jantung Berlubang

Atrial Sepat Defect merupakan salah satu kondisi adanya lubang di antara kedua serambi jantung atau adanya hubungan antar atrium sebelah kanan dengan sebelah kiri yang tidak bisa ditutupi oleh katup. Sederhanannya ASD merupakan kondisi adanya lubang pada bagian sekat pemisah antrium. Sementara itu kondisi berlubang akan menimbulkan masalah sama seperti VSD. Yaitu pengaliran darah dengan kandungan oksigen yang malah balik lagi ke paru. ASD biasanya akan terjadi pada 5 sampai 7% kasus dan lebih banyaknya biasanya terjadi pada bayi perempuan. Beberapa gejalanya sama dengan gejala penyakit jantung pada wanita.

  1. Tetralogi Fallot

Tertarlogi Fallot atau TOF merupakan salah satu komplikasi pada kelainan jantung bawaan. Kondisi ini akan melibatkan beberapa kondisi, seperti sekat pada bilik jantung yang berlubang (VSD, kondisi penyempitan pada bagian katu paru atau PS, bagian bilik kanan jantung yang semakin membesar atau hipertrofi dan bagian akar aorta berada di lubang VSD. Pada kondisi penyakit ini defek septrum ventrikel dan stenosis pulmonalis akan memegang peranan yang amat sangat penting.

Baca juga  8 Buah Untuk Jantung Berdebar Yang Dapat Dikonsumsi Sehari-Hari

Penyebab Sakit Jantung Bawaan Pada Anak

Lantas apa yang menjadi penyebab anak bisa menderita jantung bawaan? Mungkin sebagian ibu akan merasa khawatir terutama yang sedang dalam masa kehamilan. Apa saja pengobatan penyakit jantung yang terbaik?

Perlu diperhatikan penyebab kelainan jantung ini biasanya 90% tidak bisa diketahui dengan pasti. Namun faktor lingkungan seperti ibu yang merokok, konsumsi obat di luar resep saat masa kehamilan, infeksi saat masa kehamilan atau karena faktor keturunan, hal-hal tersebut bisa saja menjadi penyebabnya.

Sementara itu, para ahli memberikan dugaan bahwa PJB pada bayi yang baru saja dilahirkan diakibatkan karena adanya gabungan beberapa faktor, seperti infeksi karena virus TORCH ketika sedang hamil, diabetes ketika hamil dan ibu yang terbiasa dengan gaya hidup buruk saat sedang hamil. Namun yang sangat perlu diwaspadai adalah infeksi torch dan juga herpes karena akan sangat mudah tertular pada bayi selama masih dalam kandungan. Obat penyakit jantung terbaik adalah ICP Capsule terbuat dari bahan alami, ada BPOM, Halal, ada sertifikat FDA USA Amerika. Sangat bagus dan sangat efektif untuk pengobatan jantung.

Itulah penyebab dan jenis penyakit jantung bawaan pada anak. Bagi Anda yang sedang dalam masa kehamilan sebaiknya hindari melakukan pola hidup yang sangat buruk karena itu malah akan membuat janin dalam bayi terganggu, bisa saja keguguran atau lahir dengan kondisi yang tidak sempurna.

😡
☹️
😐
☺️
😍