Apa Itu Trombosis Vena Dalam?

By | April 2, 2018

Trombosis Vena Dalam atau disebut juga Deep Vein Thrombis (DVT) merupakan salah satu kondisi yang diakibatkan karena adanya penggumpalan yang terjadi di dalam darah. Secara umum kondisi ini bisa terjadi di betis atau paha, namun tidak menutup kemungkinan bisa menyerang bagian tubuh lainnya. DVT biasanya akan menyebabkan rasa nyeri disertai pembengkakan pada tungkai yang jika segera mendapatkan penanganan yang tepat bisa menyebabkan adanya komplikasi cukup serius pada bagian emboli paru, atau gumpalan darah masuk ke aliran darah kemudian menyumbat pembuluh arteri di dalam paru-paru.

Lantas, apa yang menyebabkan Trombosis Vena Dalam?

Faktor penyebab dari kondisi ini dipicu oleh 3 kemungkinan. Pertama, karena adanya gangguan pada aliran darah atau yang disebut stasis vena. Kedua, karena ada kerusakan pada bagian pembuluh darah dan yang ketiga saat darah memang sangat mudah sekali menggumpal. Lebih lengkapnya lagi, berikut pembahasannya

Baca juga  Gejala dan Faktor Resiko Penyumbatan Pembuluh Darah di Kaki

  • Stasis vena

Stasis vena merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan aliran darah vena menjadi terhambat dan amat sangat terganggu. Kondisi tersebut terjadi juga bukan tanpa ada penyebabnya. Beberapa hal yang bisa mempengaruhi diantaranya:

  1. Pernah dilakukannya prosedur pembedahan dimana pasien harus dibius selama 1 sampai 1,5 jam.
  2. Pernah melakukan operasi pada daerah panggul dan juga tungkai, misalnya saja seperti operasi penggantian panggul.
  3. Perjalanan yang sangat panjang menggunakan mobil dan mengakibatkan tungkai Anda tidak bisa bergerak sama sekali, apalagi jika perjalanan memang memakan waktu yang sangat lama.
  4. Mempunyai penyakit atau adanya cedera yang mengakibatkan tubuh Anda tidak dapat bergerak sama sekali dalam waktu lebih dari 1 hari, misalnya saja karena stroke atau yang lebih ringannya karena patah tulang.
  5. Disebabkan karean kondisi gagal jantung
  6. Mengalami varises pada bagian kaki.
  7. Dll
Baca juga  Penyempitan Pembuluh Darah: Gejala dan Akibat yang Ditimbulkan

Beberapa hal di atas bisa menjadi pemicu mengapa seseorang bisa mengalami stasis vena.

  • Kerusakan pada bagian pembuluh darah

Ada beberapa kondisi yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bagian pembuluh darah. Beberapa diantaranya seperti, vaskulitis, pernah mengikuti prosedur pemasangan kateter vena sentral pada bagian jantungnya, mengkonsumsi obat-obat yang cukup berat seperti obat kemoterapi, pemanfaatan NAPZA dalam jenis suntik, dll.

  • Hiperkoagulabilitas

Atau disebut juga sebagai salah satu kondisi dimana darah seseorang sangat mudah sekali mengalami penggumpalan bahkan sampai pembekuan. Kondisi ini bisa disebabkan karena adanya kelainan genetic yang diturunkan oleh keluarga terdekat nya. Kondisi ini juga terjadi bukan karena tanpa sebab, ada beberapa resiko yang bisa menyebabkan Anda mengalami hiperkoagulabilitas:

  1. Anda mengalami kekurangan zat protein yang berguna untuk mengencerkan darah secara alami, misalnya saja seperti protein S, protein C dan juga antithrombin III.
  2. Karena faktor V Leiden
  3. Terjadinya mutasi gen
  4. Kadar homosistein pada penderita sangatlah tinggi
  5. Peningkatan kadar fibrinogen dan juga tidak berfungsinya fibrinogen

Baca juga: penyebab serangan jantung

Sementara itu, ada beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan hiperkoagulabilitas, diantaranya:

  1. Penderita kangker
  2. Seseorang yang mengalami berat badan berlebihan
  3. Kehamilan
  4. Mengkonsumsi obat terapi hormone
  5. Mengkonsumsi pil KB
  6. Mempunyai kondisi sindrom yang menyebabkan terlalu banyaknya protein di dalam urin
  7. Mengkonsumsi obat agar bisa mengatasi kangker
  8. Terjadi kondisi diabetes
  9. Penderita lupus

Gejala Deep Vein Thrombosis

Setelah Anda mengetahui apa yang menjadi pemicu trombosis vena dalam, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah mengetahui apa saja yang menjadi gejalan pada kondisi tersebut?

  1. Tungkai Anda akan terasa cukup hangat
  2. Anda akan merasa nyeri bahkan semakin buruk saat Anda menekukan kaki
  3. Bengkak pada salah satu bagian tungkai, terutama pada betis
  4. Kram yang awalnya akan terasa di area betis apalagi pada malam hari
  5. Perbuhan yang terjadi pada warna kaki, sehingga warnanya menjadi cuat, merah atau bisa juga menjadi agak gelap.

Diagnosis Deep Vein Thrombosis

Lalu, bagaimana untuk mendiagnosa kondis tersebut? Tentunya Anda tidak bisa asal-asalan mendiagnosa ya, Anda harus memeriksakan kondisi tersebut pada dokter. Nantinya dokter akan memberikan pertanyaan mengenai gejala apa yang Anda rasakan, dan akan melakukan pemeriksaan fisik di area yang mengalami pembengkakan. Beberapa tes yang dilakukan, seperti:

Baca juga: penyebab jantung lemah

  • Tes d-drimer: ini merupakan salah satu tes yang akan digunakan untuk bisa mendeteksi adanya penggumpalan darah yang sudah mengalami penguraian dan memasuki aliran darah. Kalau semakin banyak penggumpalan darah yang terurai maka akan ditemukan juga di dalam yang semakin besar mengalami gumpalan.
  • USG: Anda juga bisa melakukan USG, tes ini bisa dilakukan guna memeriksa aliran darah Anda. Apakah masih dalam keadaan norma atau tidak? Atau ternyata terjadi sebuah hambatan karena ada penggumpalan.
  • Venografi: Merupakan salah satu tes yang akan dilakukan dengan cara menyuntikan zat pewarna ke dalam pembuluh darah penderita, lalu melakukan pencitraan dengan penggunaan foto rontgen agar bisa mengetahui dimana letak aliran darah yang terhambat karena mengalami penggumpalan darah tersebut.

Apa itu trombosis vena dalam? jika ada masalah trombosis vena dalam sekarang kita tidak perlu khawatir karena ada obat herbal icp capsule yang bisa secara tuntas mengobati penyakit ini. Sudah Anda ketahui dengan penjelasan di atas, sehingga akan lebih baik jika Anda mengalami beberapa gejala yang sudah dijelaskan segera memeriksakan diri ke dokter, karena jika didiamkan dalam waktu lama hal tersebut malah akan mengakibatkan kondisi Anda menjadi semakin parah. Salah satu cara pencegahan sederhana agar menghindari kondisi tersebut adalah dengan cara mengkonsumsi makanan mengandung protein dan juga berolahraga, tidak perlu yang berat, yang penting Anda bisa menggerakan tubuh.

😡
☹️
😐
☺️
😍