Penyakit Jantung Kongenital – Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

By | April 11, 2018

Penyakit jantung kongenital merupakan jenis penyakit yang akan merujuk pada kelainan jantung bawaan. Tingkat keparahan pada penyakit jantung kongenital akan beragam, dari mulai yang ringan sampai parah dan mengancam jiwa. Beberapa jenis penyakit jantung kongenital diantaranya seperti antrial septal defect, koaktrasi, tertralogi fallor, lubang pada jantung dan yang lainnya. Lebih lengkapnya lagi, berikut ini adalah pembahasan penyakit jantung kongenital.

Penyebab Jantung Kongenital

Setiap penyakit pastinya aka nada penyebabnya, termasuk juga jantung kongenital. Beberapa penyebab kondisi tersebut diantaranya:

  • Kelainan pada kromoson

Ini akan berhubungan dengan kromoson atau genetic yang diwariskan orang tua penderita saat sedang dalam kandungan. Ya, beberapa penyakit bahkan yang masuk ke dalam penyakit mematikan biasanya akan dibawa oleh gen sehingga penderita sudah didiagnosa menderita penyakitnya sejak kecil dan berlangsung hingga dewasa. Selain penyakit jantung, beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh gen diantaranya down syndrome dan diabetes. Inilah sebanyak mengapa seorang ibu yang sedang hamil benar-benar harus bisa memeriksakan kondisi kandungannya dengan rutin, sehingga jika sang ibu mendapatkan kelainan selama masa kehamilan bisa ditangani jauh sebelum proses melahirkan berlangsung.

baca juga: penyebab sakit jantung

  • Gaya hidup yang buruk

Karena kongenital berhubungan dengan jantung bawaan atau penyakit jantung yang sudah terjadi sejak penderita masih bayi maka ini akan berhubungan erat dengan masa kehamilan. Biarpun tidak ada warisan gen yang memiliki kondisi yang sama namun jika selama masa kehamilan gaya hidup sangatlah buruk seperti mengkonsumsi alkohol saat hamil, merokok saat hamil, mengkonsumsi makanan manis terlalu berlebihan sehingga menyebabkan diabetes pada ibu hamil, hal-hal tersebut secara tidak langsung akan membawa efek negative pada janin di dalam kandungan. Oleh sebab itu, selama masa kehamilan sebaiknya Anda benar-benar menjaga gaya hidup dan asupan makanan guna menjaga kondisi bayi agar tetap dalam keadaan baik dan bisa lahir dengan keadaan normal.

Baca juga  Ciri Ciri Sakit Jantung Bocor pada Bayi

Beberapa penyebab di atas sangat penting untuk Anda ketahui, terutama untuk bisa mengatasi resiko gangguan jantung saat bayi dilahirkan.

Baca juga: penyebab serangan jantung

Gejala Jantung Kongenital

Sebenarnya cacat jantung kongenital jika kondisinya masih sangat ringan tidak akan memberikan gejala yang terlihat. Namun jika ternyata kondisinya sudah amat parah biasanya gejala akan mulai muncul. Sementara pada bayi yang terlalu dengan kelainan jantung, ada beberapa gejala khusus yang mungkin saja terjadi, diantaranya :

  1. Saat dilahirkan kulit, bibir dan kuku bayi terlihat membiru
  2. Bayi terlahir dengan nafas yang tidak teratur
  3. Bayi tidak menangis saat dilahirkan
  4. Mengalami masalah saat proses kelahiran misalnya sirkuslasi darah yang buruk
  5. Murmur pada jantung
  6. Bayi yang tidak bisa mengisah putting susu ibu dengan benar karena kerap kali merasa kelelahan saat akan mengisapnya
  7. Bayi terlalu banyak tidur, walaupun normalnya memang bayi akan sangat banyak tidur, tapi mereka akan bangun saat lapar, namun tidak pada bayi dengan kondisi kelainan jantung

Beberapa gejala di atas harus Anda perhatikan, apalagi saat Anda baru saja melahirkan agar  Anda bisa menyadari apakah ada kondisi yang membahayakan atau tidak pada bayi Anda. Jika ada, Anda bisa menanganinya langsung dengan membawa ke dokter.

Baca juga: gejala-gejala penyakit jantung

Cara Mengatasi Jantung Kongenital

Untuk mengatasi jantung kongenital biasanya akan memanfaatkan prosedur kateter. Prosedur ini merupakan prosedu invasive yang pada umumnya akan dilakukan dengan memanfaatkan tabung kecil atau disebut juga kateter. Alat ini untuk memasukan alat intravaskule seperti koil, stent dan balon, gunanya agar bisa melebarkan pembuluh darah, serta kebutuhan lainnya guna penunjang kesehatan jantung.

Sementara itu, beberapa jenis transkatetes yang biasanya dilakukan diantaranya:

  1. Ballon angioplasty atau disebut juga ballon dilation adalah salah satu prosedur kateter yang bergunan untuk meluaskan pembuluh darah yang mengalami penyempitan serta memperbaiki aliran darah pada jantung.
  2. Ballon atrial septostomy biasanya akan digunakan pada proses terapi beberapa kelaianan jantung yang baisanya akan dilakukan pada bayi ataupun janin dalam kandungan. Ini akan berguna untuk memperluas lubang pada sisi jantung kanan dan jantung kiri.
  3. Balloon valvuloplasty, ini biasanya akan direkomendasikan pada pasien yang mengalami penyempitan pada katupnya. Kateter balon akan dimasukan kebagian katup target lalu akan dikembang kempiskan hingga celah katupnya bisa terbuka lebar lagi.
  4. Patient Ductus Arteriosus atau PDA atau prosedur penutupan menggunakan alat pada arteri bayi. Karena tidak seluruh bayi memiliki ductus yang tertutup sepenuhnya. Alat kateter nantinya akan dimasukan ke dalam bagian pembuluh darah selangkangan agar bisa menutup bagian celahnya. Bisa baca juga artikel pengobatan jantung koroner disini.
Baca juga  Penyakit Jantung Rematik: Pengertian, Penyebab, Gejala, Pengobatan

Sementara itu, beberapa prosedur pembedahan yang juga biasanya dilakukan oleh dokter spesialis jantung antaranya:

  • Cavo-pulmonary shunt (CPS)
  • Pulmonary artery band (PAB)
  • Operasi Rastelli
  • Prosedur Ross
  • Prosedur Fontan
  • Pengikatan pembuluh darah patent ductus arteriosus
  • Modified blalock taussig shunt (BTS)
  • Prosedur Norwood

Beberapa prosedur bedah di atas mungkin sangat sulit dipahami karena hanya ahlinya saja yang bisa mengerti dan menjalankannya. Untuk pemilihan prosedur mana paling cocok digunakan juga akan bergantu pada dokter ya, Anda tidak bisa seenaknya meminta dokter untuk melakukan prosedur operasi hanya karena Ada ingin saja. Pemasangan ring jantung juga bisa dilakukan karena lebih aman.

Itulah pembahasan mengenai penyakit jantung kongenital dari mulai penyebab, gejala sampai cara mengatasi. Intinya adalah saat masa kehamilan sedang berlangsung, Anda tidak hanya bertanggung jawab pada kesehatan diri sendiri namun juga akan bertanggung jawab pada kesehatan janin di dalam perut hingga ia bisa lahir dengan normal. Tidak sedikit ibu yang mengalami kesalahan saat merawat kehamilan yang mengakibatkan hal buruk terjadi pada bayi. Oleh sebab itu, rutin memeriksakan kehamilan adalah yang sangat dianjurkan.

😡
☹️
😐
☺️
😍