Penyakit Jantung Rematik Pada Anak – Pengertian, Penyebab dan Gejala

By | April 10, 2018

Penyakit Jantung Rematik Pada Anak – Ada banyak sekali jenis penyakit jantung dan penyebabnya. Misalnya saja penyakit jantung hipertensi yang disebabkan karena tekanan darah tinggi. Tapi apakah Anda pernah mendengar penyakit jantung rematik pada anak? Jika belum, berikut ini adalah pembahasan lebih jauh mengenai jenis penyakit tersebut.

Pengertian Penyakit Jantung Rematik

Rematik biasanya identic dengan tulang, lalu bagaimana dengan jantung rematik pada anak? Kondisi jantung rematik atau disebut juga Rheumatic Heart Disease (RHD) merupakan salah satu kondisi kebocoran atau adanya penebalan pada bagian katup jantung, ini merupakan lanjutan dari kondisi demam rematik.

Jantung rematik sendiri pernah menjadi wabah yang mematikan pada tahun 1960-an. Penyakit tersebut biasanya akan sangat rawan terjadi pada negara dengan tingkat kebersihan yang buruk atau kurang baik terutama di dunia ketiga alias di negara-negara berkembang. Beberapa negara yang biasanya besar resiko mendapatkan wabah ini seperti Afrika dan Oceania. Bahkan persentase jantung rematik pada anak di negara tersebut diperkirakan hingga 2,9% per 1000 anak. Sementara di Oceania yang dideteksi nya biasanya 12,9% per 1000 anak. Sehingga penyakit jantung rematik dianggap sangat serius dan bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya mencapai angka 2-5%.

Sementara untuk penyebabnya sendiri, penyakit ini biasanya akan dipicu oleh jenis bakteri streptococcus B dan juga hemoticus tipe A yang pada umumnya akan banyak berkembang di lingkungan yang sangat kotor atau tempat-tempat yang sangat mudah dihinggapi oleh bakteri yang sangat jahat, misalnya saja bus, tanaman bermain dan tempat umum lainnya.

Baca juga: makanan penguat jantung

Sementara itu karena sistem kekebalan tubuh pada anak masih sangatlah rendah sehingga resiko untuk terserang bakteri tersebut sangatlah besar, sistem imun tubuh Anak tidak mampu melawan bakteri yang masuk. Jika anak benar-benar terserang bakteri maka biasanya mereka akan mengalami rasa nyeri pada tenggorokan dan lama kelamaan akan menderita demam. Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat kondisi tersebut akan semakin parah. Bakteri dari tenggorokan akan turun menuju jantung dan menginfeksi jantung, sehingga penderita akan mendapatkan penyakit jantung.

Baca juga  Penyakit Jantung Kongenital – Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Penyebab Jantung Rematik

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyebab paling utama jantung rematik pada anak adalah karena demam rematik yang tidak bisa ditangani dengan baik. Demam yang disebabkan oleh bakteri tersebut akan menggerogoti tenggorokan yang berakibat infeksi dan demam akan timbul karena respon kekebalan tubuh yang sangat buruh.

Sistem imun yang seharunya bisa melindungi tubuh malah balik menyerang tubuh. Inilah yang menyebabkan penderita jantung rematik akan mendapatkan rasa nyeri pada bagian persendirian dan akhirnya menyerang bagian jantung. Serangan pada jantung tersebut akan menyebabkan  katup jantung semakin membengkak, sehingga munculah jaringan parut pada bagian pintu katup jantungnya.

Bakteri penyakit jantung rematik ini akan sangat sulit dikenali oleh sistem imun selain karena anak memang memiliki sistem tubuh lemah juga karena bentuk bakteri nya mirip dengan protein. Inilah kenapa akan terjadi proses serangan balik dari sistem imun tubuh.

Pada anak-anak biasanya bakter penyebab jantung rematik akan menyerang mereka yang bersusian 5 sampai 15 tahun. Ini karena mereka sangat sering bermain dilingkungan umum seperti taman bermain dimana banyak bakteri mengendap. Sementara untuk jenis kelamin, baik laki-laki atau perempuan keduanya bisa terserang penyakit tersebut. Namun, biasanya perempuan malah akan lebih rentan.

Baca juga : obat tradisional jantung berdebar

Penyakit ini juga bisa saja di wariskan oleh gen dari orang tua. Misalnya saja saat orang tua anak masih kecil mereka pernah mengalami kondisi jantung rematik, oleh sebab itulah kondisinya akan diturunkan pada anaknya secara gen. Sementara penyebab lain yang dapat mengakibatkan jantung rematik adalah karena faktor etnis, biasanya orang berkulit hitam akan sangat rentan mendapatkan resiko penyakitnya.

Gejala Penyakit Jantung Rematik

Gejala jantung rematik perlu diwaspadai. Kondisi demam rematik yang terjadi pada anak biasanya akan diawali dengan rasa nyeri pada bagian tenggorokan dan disertai dengan rasa panas serta lidah yang memerah dan timbul bintik. Namun gejala biasanya akan terlihat pasca seminggu seseorang mendapatkan infeksi dari bakteri nya. (Baca juga gejala dan penyebab penyumbatan jantung). Sementara secara umum berikut ini adalah gejala yang biasa didapatkan:

  1. Mengalami kondisi sesak nafas setelah bakteri turun ke jantung
  2. Mengalami rasa nyeri pada bagian persendian dari mulai lutut, sikuk hingga pergelangan tangan
  3. Adanya benjolan pada kulit lama kelamaan akan menebal dengan pinggiran yang tak teratur, namun benjolan tersebut tidak akan terasa sakit ketika Anda memegangnya
  4. Berat badan anak yang semakin menurun
  5. Anak sering mengeluh nyeri pada perut
  6. Mudah merasa lelah dan enggan bermain
  7. Batuk yang tak kunjung reda bahkan menyakitkan tenggorokan
  8. Detak jantung yang tidak beraturan
  9. Dada teras nyeri
Baca juga  Cara Mengatasi Jantung Berdebar-Debar Secara Medis

Gejala-gejala jantung rematik di atas biasanya bisa hilang dalam rentan waktu 1 bulan. Namun ada juga beberapa anak yang merasakan gejala sampai waktu yang cukup lama. Walaupun demam rematik sudah mereda namun biasanya penyakit jantung rematik baru akan muncul setelah beberapa tahun kemudian. Jika Anda tidak segera menanganinya maka kemungkinan kondisi tersebut bisa semakin para, misalnya saja adanya penyumbatan pada katup, kebocoran jantung sampai terjadi gagal jantung.

Baca juga: obat tradisional penyakit stroke

Itulah pembahasan penyakit jantung rematik pada anak, sebagai langkah antisipasi sebaiknya Anda bisa menjaga kebersihan anak dimanapun tempatnya. Biasakan anak untuk selalu mencuci tangan saat akan makan sesuatu karena jika tangan kotor setelah bermain kemudian langsung makan, bakteri akan semakin mudah hinggap di tubuh anak dan berkembang biak hingga kondisinya menjadi semakin buruk lagi.

😡
☹️
😐
☺️
😍