6 Penyebab Aritmia Jantung Yang Paling Banyak Terjadi

By | April 14, 2018

Penyebab Aritmia Jantung – Aritmia adalah suatu tanda atau gejala dari gangguan detak jantung atau irama jantung. Aritmia ini merupakan masalah pada irama jantung ketika organ tersebut berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Jika jantung berdetak lebih cepat dari yang seharusnya, maka hal ini disebut dengan istilah takikardia, sebaliknya, jika jantung berdetak lebih lambat dari yang seharusnya, maka hal ini disebut dengan istilah bradikardia. Jika jantung berdenyut secara lambat, maka tentu saja aliran darah yang menuju otak akan mengalami gangguan sehingga penderita dari bradikardia ini bisa saja pingsan.

Namun, sebaliknya, jika jantung berdenyut terlalu cepat dan dalam jangka waktu yang panjang atau lama, maka penderita takikardia bisa mengalami gagal jantung kongestif yang tentunya sangat berbahaya. Aritmia bisa terjadi karena impuls elektrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Aritmia bisa terjadi karena beberapa faktor.

ICPCAPSULE.NET merupakan situs berita seputar jantung paling lengkap dan kali ini akan membahas penyebab aritmia jantung secara lengkap. Berikut beberapa penyebab aritmia jantung yang umum terjadi.

1. Ketidakseimbangan elektrolit.

Elektrolit umumnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu kation dan anion. Kation adalah ion yang bermuatan positif sedangkan anion adalah ion yang bermuatan negatif. Kation utama dalam tubuh meliputi natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Sedangkan anion utama dalam tubuh meliputi klorida, bikarbonat, dan fosfat. Kalium adalah kation yang sangat penting. Fungsi kalium antara lain untuk transmisi dan konduksi impuls saraf, kontraksi otot jantung, menyimpan glikogen dalam hepar, dan mengatur osmolitas cairan seluler. Apabila kadar kalium dalam tubuh rendah, maka aritmia akan relatif stabil. Namun, apabila kadar kalium tersebut tinggi, maka aritmia bisa menjadi cepat dan bahkan mematikan. Di samping itu, aritmia jantung juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan natrium, magnesium, dan kalsium, bahkan jika elektrolit ini berada dalam kondisi yang ekstrim, elektrolit ini bisa menyebabkan kematian pada penderitanya.

Baca juga: Ciri Penyakit Jantung

Baca juga  Artikel Tentang Penyakit Jantung Koroner

2. Tekanan darah tinggi.

Penyebab aritmia yang paling sering terjadi adalah tekanan darah tinggi atau yang sering disebut dengan istilah hipertensi. Aritmia yang timbul pada kondisi ini disebut dengan istilah atrial fibrilasi. Dalam hal ini, biasanya seringkali terjadi perubahan pada anatomi jantung yang dapat mengurangi efektivitas prosedur ablasi. Untuk menghindari terjadinya atrial fibrilasi ini, penderita hipertensi haruslah mengonsumsi obat secara rutin serta memiliki pola hidup sehat. Adapun jika seseorang berpotensi untuk mengalami penyakit tekanan darah tinggi, sebaiknya lakukan deteksi dini aritmia. Selain itu juga perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung secara berkala agar masalah kesehatan tersebut dapat ditangani dengan baik.

3. Rokok.

Rokok merupakan salah satu penyebab aritmia jantung yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit jantung yang bisa menyebabkan kematian. Rokok itu sendiri mengandung beberapa bahan kimia, yaitu nikotin, tar, sianida, benzene, cadmium, methanol, asetilena, ammonia, formaldehida, hydrogen sianida, arsenic, dan karbonmonoksida. Meskipun demikian, hanya tar dan nikotin saja yang kebanyakan dicantumkan dalam bungkus rokok. Nikotin itu sendiri merupakan suatu kandungan yang dapat menyebabkan perokok menjadi rileks dimana nikotin ini berasal dari daun  tembakau. Selain itu, nikotin cenderung membuat seseorang menjadi kecanduan. Stimulan dalam nikotin lah yang dapat memicu kondisi penyebab aritmia jantung.

Baca juga: penyebab sakit jantung

4. Stres.

Stres didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi suatu ketegangan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap emosi, proses berpikir, dan kondisi seseorang. Stres yang terlalu besar juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang. Stres juga merupakan salah satu penyebab aritmia jantung. Jika sedang mengalami stres, maka umumnya tekanan darah akan meningkat. Tekanan darah tinggi inilah yang kemudian menyebabkan seseorang beresiko terkena penyakit jantung. Saat tekanan darah cukup tinggi, maka aliran darah menjadi tidak lancar sehingga kinerja jantung menjadi terganggu. Pada akhirnya, tekanan darah ini menjadi salah satu faktor penyebab serangan jantung, gagal jantung, dan juga stroke.

5. Obat-obatan.

Baca juga  6 Fungsi EKG Jantung Harus Anda Semua Ketahui

Beberapa jenis obat-obatan dapat menjadi penyebab munculnya aritmia, seperti misalnya obat anti alergi seperti diphenhydramine, obat flu jenis pseudoephedrine, obat asmajenis theophylline, obat anti malaria jenis chloroquine, dan bahkan obat anti aritmia pun dapat memperparah keadaan aritmia, misalnya seperti propanolol, amiodaron, dan digoxin. Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi obat, terutama obat bebas yang dijual dikebanyakan apotek. Sebelum mengonsumsi obat, sebaiknya baca komposisi yang ada pada obat tersebut. Selain itu, ketahui dengan benar fungsi dari obat yang diminum supaya tidak sampai terjadi kesalahan yang fatal. Sebaiknya, jika sedang sakit dan membutuhkan obat, segeralah memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter agar memperoleh penanganan yang tepat dari dokter dan memperoleh obat sesuai dosis.

Baca juga: pencegahan penyakit jantung

6. Diabetes.

Diabetes merupakan penyakit yang sering dijumpai di kalangan masyarakat Indonesia selain penyakit jantung, kolestrol, dan kanker. Diabetes ini umumnya terjadi karena adanya pola makan yang kurang sehat, seperti misalnya banyaknya konsumsi gorengan. Pada dasarnya, peningkatan kadar gula yang dialami oleh penderita diabetes bisa merusak pembuluh darah yang menyalurkan darah ke jantung. Tentunya, kondisi ini menyebabkan kurangnya pasokan darah untuk jantung dimana pada akhirnya hal ini menyebabkan jantung bekerja semakin keras sehingga timbullah rasa nyeri yang luar biasa pada dada. Selain itu keadaan ini juga bisa menimbulkan sesak napas pada penderita diabetes. Utamanya lagi, kondisi ini bisa menyebabkan aritmia jantung. Untuk menghindari diabetes, disarankan agar memiliki pola hidup sehat, baik dengan cara melakukan olahraga untuk menguatkan jantung, maupun dengan cara mengonsumsi makanan sehat dan makanan yang menguatkan jantung. Baca juga 8 jenis-jenis penyakit jantung yang paling banyak terjadi.

Itulah tadi beberapa penyebab aritmia jantung yang paling umum. Karena itu sebaiknya usahakan untuk menghindari faktor-faktor penyebab tersebut. Supaya kondisi jantung tetap sehat dan tetap bekerja secara optimal.

😡
☹️
😐
☺️
😍